Apa arti dari semua ini

Natal ini masih milikmu

Di hari Natal yang bahagia
Di antara gempita menggegap
Ijinkanku menyapamu wahai sahabat
Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga
Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah
Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap
Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini
Natal ini masih milikmu

Nopember 29th, 2009 at 10:42 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Hipotesis

Dalam model tradisional ilmu kita melihat bagaimana dari kasus-kasus observasi kita simpulkan sebuah teori melalui peruses induksi. Kemudian, dari teori kita dapat menjabarkan proposisi-proposisi baru melalui proses deduksi. Teori tidak dapat diuji. Agar dapat diuji teori harus dirinci menjadi proposisi-proposisi. Proposisi ini disebut hipotesis sering juga disebut statement of theory in testable form, atau tentative statement about reality (champion, 1981:125). Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. Hipotesis yang abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian, tetapi juga sukar diuji secara empiris. Hipotesis yang abstrak biasanya “ dibuktikan” kebenarannya, bukan dengan data empiris, tetapi dengan interpretasi subjektif.
Goode dan Hatt (1952:67-73) menjelaskan ciri-ciri hipotesis yang baik sbb:

*. Hipotesis harus jelas secara konseptual

*. Hipitesis harus mempunyai rujukan empiris

*. Hipotesis harus bersifat spesifik

*. Hipotesis harus dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada.

*. Hipotesis harus berkaitan dengan suatu teori.

Nopember 29th, 2009 at 10:33 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Menembus keterbatasan

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang akan terjadi jika kutu anjing di masukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan di sana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! kemampuan melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini terjadi ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia berusaha melompat tinggi, tetapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi terbentur lagi. Terus begitu hingga ia mulai ragu akan kemampuan sendiri.
Ia mulai berpikir, “sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini” kemudian ia melompat disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman dia tidak membentur, saat itulah dia menjadi sangat yakin “nah benarkan? Kemampuan saya memang Cuma sebatas ini. Inilah saya”.

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan melompat setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa membatasi anda.

Teman kerja juga bias jadi kotak korek api. Coba anda ingat ketika dia bicara begini “bikin apa kamu kerja keras seperti itu, toh kamu tidak bakalan dipromosikan, kok” ingat mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurnah, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia, dan lain sebagainya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka anda akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihat selebritis Ucok Baba, dengan tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu berkarir di entertainment. Anda pun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer. Andre Wongso tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia.Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambat untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses setelah usianya lebih dari 62 tahun.

Nah bila anda masih berada di kotak korek api, pada hakikatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Mereka contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan

September 27th, 2009 at 00:01 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Es Kopi Moka

BAHAN:

500 ml air panas

1 sdm kopi instan

1/2 kaleng susu kental manis cokelat

whipping cream secukupnya

50 gram cokelat masak, lelehkan

Taburan: kayu manis bubuk

CARA MEMBUAT:

1. Siapkan gelas tuangi dengan es batu secukupnya.

2. Seduh kopi dengan air panas, aduk rata, tambahkan susu kental manis cokelat, aduk rata.

3. Tuangkan ke dalam gelas, hias dengan whipping cream dan cokelat masak leleh, taburi

kayu manis bubuk.

4. Sajikan dingin.

September 26th, 2009 at 23:52 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink


Tipe Seksualitas Berdasarkan Bentuk Tubuh

Ternyata bukan cuma “garis nasib” saja yang bisa di lihat. Selera dan pola kehidupan seksual pun bisa dibaca. Cuma caranya bukan lewat astrologi, melainkan dari bentuk atau postur tubuh.

Berdasarkan ilmu seksologi China , wanita maupun pria bisa dikelompokkan dalam empat tipe binatang, yaitu tipe kuda, lembu, kambing, dan kelinci. Nah, sesuai sifat dan sepak terjang binatang yang mewakilinya, begitulah selera dan pola kehidupan seksual individu bersangkutan.

Tapi penggolongan ini hanya berlaku pada pria/wanita dewasa usia siap menikah. Soalnya, titik tolak penggolongan ini berdasar postur tubuh.

TIPE KUDA

Menurut penggolongan ini, pria maupun wanita yang termasuk dalam tipe kuda adalah mereka yang berotot bagus, berbadan tinggi besar dengan proporsi ideal, dan kondisi fisiknya sehat serta bugar. Pada pria, biasanya terlihat macho dan atletis. Sementara yang wanita umumnya bahenol dengan buah dada penuh berisi, dan pinggang ramping namun panggul besar.

Ciri lainnya bisa dikaitkan dengan tabiat atau kehidupan emosional kuda yang keras dan sulit dikendalikan. Sementara aspek libidonya yang tinggi bisa dilihat dari kebiasaannya yang mengarah pada hal-hal berbau seks. Misal, baru bertemu beberapa kali saja sudah berani meraba-raba.

TIPE SAPI
Pada tipe sapi atau lembu, pria maupun wanitanya bertubuh gembur dan subur alias “dihiasi” kelebihan lemak di sana-sini. Dari tabiatnya, sapi biasanya lebih kalem dan tak menggebu-gebu, yang konon merupakan cerminan dari gairah seksualnya yang adem ayem. Gerak-geriknya serba lamban hingga bisa diduga, dalam urusan ranjang mereka butuh perangsangan lebih bervariasi dan pemanasan lebih lama.

TIPE KAMBING
Lain lagi yang tipe kambing, umumnya berukuran tubuh rata-rata; tak terlalu gemuk ataupun kurus, tak pula kelewat pendek maupun tinggi. Baik kondisi fisik, emosional, maupun pola seksualnya terbilang normal alias biasa-biasa saja; tidak kelewat menggebu, tapi juga tidak terkesan dingin. Mereka juga tak butuh pemanasan lama atau teknik berbelit.

TIPE KELINCI
Kalau tipe kelinci, bentuk tubuhnya kecil mungil, baik pria maupun wanita. Penampilannya imut-imut dalam arti menggemaskan seperti layaknya anak kecil. Namun dari aspek gerak, mereka terbilang gesit dan “mengundang” . Dalam urusan seks mudah sekali terangsang namun mudah pula selesai. Sementara dari aspek emosional, tipe ini lebih fleksibel.

Adapun pasangan yang cocok, menurut “ilmu” yang berasal dari dataran Tiongkok dan sudah setua Kamasutra ini, adalah mereka yang setipe. Misal, wanita tipe kuda sangat cocok berpasangan dengan pria tipe kuda pula. Jika tipe binatangnya berbeda jauh atau malah bertolak belakang nantinya akan banyak menemukan masalah dalam urusan seksual. Misal, wanita tipe kuda binal dengan pria imut-imut tipe kelinci.

Jadi, pasangan dengan tipe kontradiktif sama sekali tidak bisa “jalan bareng” alias tak cocok. Bila dipaksakan juga, rumah tangga mereka akan kerap diwarnai konflik akibat ketidaksesuaian tadi. Lain hal jika tipe binatangnya berbeda, namun tak terlalu bertentangan dalam arti masih ada banyak kesamaannya sehingga masih bisa saling berusaha untuk menyesuaikan diri. Misal, pria tipe kuda dengan wanita tipe sapi, atau tipe kambing dengan tipe kelinci.

Nah, sejauh mana kebenarannya, hanya elo/kamu berdualah yang lebih mengetahuinya

Diambil dari : Berbagai Sumber

September 24th, 2009 at 00:19 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink